Sejarah MI Al Ma’arif 07

MI Al Ma’arif 07 Tunjungtirto Singosari lahir dari kesadaran tokoh Desa Tunjungtirto di tengah-tengah upaya perjuangan mengisi kemerdekaan Indonesia, terutama di bidang pendidikan. Kesadaran inilah yang mendorong tekad Bapak Imam Budairi dkk untuk mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Al Maarif 07 Tunjungtirto Singosari, setelah mendapat wakaf tanah dari Bapak Abdul Hadi aka Markasim/Margasim & Lathifah, orang tua Bapak Haji Jainal

Madrasah Ibtidaiyah ini lahir pada tanggal 30 Mei 1972. Awalnya hanya sebuah bangunan terbuat dari bambu yang berlokal hanya tiga. Bangunan Madrasah ini murni dari swadaya masyarakat Tunjungtirto. Dengan kegigihan serta kesabaran para pendiri madrasah ini, serta dukungan masyarakat yang bersatu maka Madrasah Ibtidaiyah Al Maarif 07 Tunjungtirto menjadi lebih baik karena terus mendapat dukungan dari kyai dan tokoh khususnya di Tunjungtirto dan umumnya di Kecamatan Singosari.

Madrasah Ibtidaiyah Al Maarif 07 Tunjungtirto awalnya hanya menerima siswa putra saja, sebab pada waktu itu memang belum lazim anak perempuan belajar bersama dengan anak laki-laki. Para guru / ustadz yang mengajar masih diambilkan dari pondok pesantren di Singosari. Pada tahun 1972 waktu itu hanya memiliki dua lokal dan lulusan pertama hanya 3 murid semua laki-laki. Lulusan kedua 18 siswa, dan lulusan ketiga 15 siswa 8 laki-laki dan  7 perempuan. Dengan digulirkannya waktu dan perkembangan zaman maka Madrasah Ibtidaiyah Al Maarif Tunjungtirto sudah menerima siswa putra dan putri untuk bisa menimba ilmu di madrasah secara bersama-sama. Kini Madrasah Ibtidaiyah Al Maarif 07 Tunjungtirto Singosari sudah berusia 54 tahun. Peningkatan kualitas pembelajaran di MI Al Maarif 07 Tunjungtirto Singosari dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan hingga sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *